Showing posts with label my Life. Show all posts
Showing posts with label my Life. Show all posts

Friday, March 28, 2014

Kesenduan Melanda Hariku



Selama empat malam berturut-turut aku menyusuri down town Jogja, bersama dengan teman-teman. Malam pertama plan makan di Milas, di jalan Parang Tritis, daerah selatan Jogja, tempat makan vegan yang sungguh tak berasa kalau itu makanan tidak ada daging. Tapi aku lupa kalau hari senin tempat makan ini tutup. Ke jalan Prawirotaman, maksud hati ingin ke Via-Via yang penuh bule, namun mau parkir sudah penuh. Maka teruslah menuju Sate Karang Kotagede yang legendaris itu.

Malam kedua sungguh nikmat makan steak gratisan di Holycow, di Jalan Solo. Hasil nodong manager yang “naik level”.  Wagyu Sirloin enak banget, tambah gratis jadinya enaknya keterlaluan *LOL*

Malam ketiga, ke Sleman menikmati makanan serba jamur di Jejamuran. Kalap. Begitu pesanan datang meja penuh piring. Herannya, habis. Hahahaha…

Malam keempat, jatuh pada Gudeg Bu Amad di jalan kaliurang utara UGM. Makanan yang humble khas Jogja.

Utamanya bukan pada makanan-makanan itu. Tapi suasana Jogja. Yang ternyata semakin menyenangkan. Semakin indah. Semakin akan bikin kangen. Syair lagu Yogyakarta-nya Katon enggak ada yang enggak benar.

Tadi malam ketika menyetir sendiri menuju rumah, dan ingat beberapa bulan lagi aku bakalan move on ke kota lain, tiba-tiba kesenduan menyeruak hati. Dada ini sesak. Nanar mata ini membuat buram pandangan ke depan. Aku sengaja buka jendela mobil. Menghirup udara malam. Meresapi setiap guliran ban. Aroma sate ayam..beberapa meter kemudian berganti aroma bakmi godog, yang walapun sudah kenyang pasti akan berkomentar  ini sungguh menggugah selera. Ikut tersenyum ketika sudah semalam itu masih banyak muda-mudi (bukan cabe-cabean) yang masih asyik berfoto di Tugu Jogja.

Ya ampun, semua itu membuat hatiku makin bergejolak. Malam itu aku buang jauh ratio, aku ingin berkelana dalam hati. Mengumbar emosi. Sampai pada kesimpulan yang sarat kegalauan…
Jogja adalah rumahku. ..

Diringi lagu There You’ll Be – Faith Hill, melaju ke jalan Kaliurang..Lagu yang tiba-tiba terdengar sendu, walau sebenarnya lagunya tidak ada kaitannya dengan kesenduanku… Semoga ini hanya singgah semata...*sigh*

When I think back on these times
And the dreams we left behind
I’ll be glad 'cos I was blessed to get
To have you in my life
When I look back on these days
I’ll look and see your face
You were right there for me


In my dreams I’ll always see your soul above the sky
In my heart, there always be a place for you for all my life
I’ll keep a part of you with me
And everywhere I am, there you’ll be


Well you showed me how it feels
To feel the sky within my reach
And I always will remember all
The strength you gave to me
Your love made me make it through
Oh, I owe so much to you
You were right there for me


In my dreams I’ll always see your soul above the sky
In my heart, there always be a place for you for all my life
I’ll keep a part of you with me
And everywhere I am, there you’ll be

My Home-Yogyakarta, 28 Maret 2014

Thursday, October 4, 2012

Analogi HP

Beberapa hari yang lalu aku dapat “tamparan” dari suamiku. Bukan fisik yaa…kan sudah dikasih tanda “. Tamparan ini berupa kata-kata yang diucapkan dengan sedikit gurauan, *sambil nyetir menuju tempat aku potong rambut* dengan analogi dan hasilnya ngena banget. Plak!!!

Ketika aku mengutarakan keluhan kog badanku capek sekali, rasanya bangun tidur enggak seger. Dan sudah berlangsung beberapa hari. Lalu aku sariawan *setelah sekian lamaaaa tidak kurasakan*. Yang mana bila sariawan efek enggak enaknya sampai ke seluruh tubuh, memakan energiku dengan cepat.

Lantas suamiku memberikan analogi seperti ini. Badanku ini diibaratkan seperti sebuah HP. Waktu berangkat ke kantor pagi hari, batere masih 100% full. Seluruh tenagaku aku dedikasikan *jiahh* untuk kantor.  Hingga sore hari batere tinggal 30%. Di rumah aku masih membuka lapak untuk mengerjakan hal lain. Ketika semua selesai batere tinggal 5%. Sisa 5% itu aku gunakan untuk tidur. 

Pada saat tidur seharusnya aku aku dicharge dengan baik ya. Ibarat charging tetapi HP dalam status off. Tetapi, menurut suamiku, aku charging posisi on. Jadi hasilnya enggak maksimal. Dalam charging tadi, pikiranku masih melayang-layang kemana-mana. *haiii…bagaimana hubby menyimpulkan hal ini aku tidak tau, apakah aku ngelindur kalau tidur?*

Ketika pagi hari yang seharusnya aku 100% kembali, ternyata tidak full 100%. Masih 95%. Yang kemudian ritmenya berjalan seperti itu terus. Setiap pagi menyusut terus tanpa disadari. Kalau berlangsung seperti  begitu terus, tau kan akibatnya? HPnya bisa bodol, rusak.

Ya ya ya, ini sebuah bentuk kasih sayang atau protes? Aku kira keduanya. Sepertinya harus bebenah lagi soal manage waktu dengan bijak. Makanya aku rela akan mengeluarkan dana ektra untuk mengelola web. Ditangani professional pasti hasilnya akan lebih baik daripada ditangani sendiri yang diurus sekadarnya.

Ya ya ya…thanks ya Hubby udah remind me dengan cara yang jenaka namun begitu mengena. Promise to be better for you *pelukkk erat*

Thursday, September 27, 2012

Best Friends

Foto di atas adalah aku bersama dua sahabat terbaikku. Menyadur nama "Trio Kwek Kwek" ya bolehlah. Yang kanan aku namanya Antonio Adree tinggal di Jakarta. Yang kiri namanya Dadan Awaludin tinggal di Tegal. Dipersatukan oleh sebuah kebutuhan yang sama, akhirnya kami bersahabat baik.

Kami punya "never quit chat conference" di BB. Ngobrolnya dari urusan kantor rencana trip bareng sampai yang jorok-jorok..*LoL*

Lucu kalau kami bertiga lagi chat. Bisa serius sekali bahas SOP. Bisa gokil kalau urusan pasangan masing-masing. Sebutan untuk suamiku adalah "om hubby". Untuk istri Pak Dadan " Tante Tegal" dan untuk kekasih Pak Adree adalah "Tuan Putri"

Kalau di chat bahas film yang Tegal ngambek. Soalnya di Tegal tak ada bisokop. Mall juga tidak ada.  Kadang kami hina dia kalau tempat hanghout di sana adalah di depan Alfam*rt hahaha. Kalau Pak Adree ngambek bila kami ngobrol soal program oracle. Kalau aku ngambek bila mereka ngobrol pakai bahasa Sunda. wew...mana aku tauuu...

Setelah LDR *Halah* akhirnya bertemulah kami kemarin di Jakarta. Tiga malam enjoy Jakarta sungguh precious moment dan amat melelahkan tentunya.

Hari Pertama

Makan di Steak Holy Cow, di kawasan Senopati. Sumpah enak banget steaknya. Setelah itu masih lanjut ke Lucy in the Sky di Sudirman. Tempatnya asyik, tapi karena aku pakai rok, jadilah kakiku jadi sasaran nyamuk. Cuma sebentar, karena sudah malam.

Hari Kedua

Nongkrong aja di Starbucks La Piazza. Di Tegal belum ada merchant itu hehe..jadi bulan-bulanan lagi nih Pak Dadan. Apalagi Pak Dadan pengen beli kamera, tapi belum dapat approval Tante Tegal. Makin seru. Pasang PP di BB lagi motret, malah dikomenin "Trus gue suruh bilang wow gitu?' jiahahahaha...gaul juga Tante Tegal..

Hari Ketiga

Hangout di Skye. Menikmati pemandangan ibukota di malam hari di ketinggian lantai 56 Menara BCA. Beautiful. Enggak keliatan daerah jorok ibukota, enggak keliatan permasalahn ibukota. Yang ada hanya gedung tinggi, lampu-lampu dan keindahan kebersamaan kami bertiga.

Menjelang perpisahan sore kemarin, sempatin foto di jam besar roof kantor pusat.
 Thank you guys..Love you both..

Friday, September 14, 2012

Akukah?

Bapak-Bapak manager Region Central Java sedang Annual Conference di Bandung. Dari tanggal 13 September sampai nanti Minggu 16 September. Total ada 10 manager dari 5 area dan 1 Regional Manager. Kali ini tema yang tertulis di name tag masing-masing adalah Be Strong.

Kemarin waktu pada registrasi, semua peserta mendapatkan name tag. Lucunya di name tag bukan hanya nama yang tertulis. Tapi ada angka Achievement, Growth dan Administration Point beserta ranking se- Indonesia. Bila angka bagus maka name tag warna hijau. Yang biasa warna kuning. Yang tidak sesuai target warna merah *wah kayak traffic light. Duduknya pun diatur yang merah di depan. Nggak bisa ngantuk selama conference heee...

Aku penasaran dengan status masing-masing area. Terutama di administration point. Aku minta satu persatu para manager memotret name tag-nya dan kirim via BBM.

Dan hasilnya adalah:
Area Yogyakarta ranking 1
Area Semarang ranking 4
Area Magelang ranking 7
Area Pati ranking 11
Area Solo ranking 12

Itu ranking area dari puluhan area di seluruh indonesia.

Dan angka yang belum aku dapat adalah angka region. Dapat info dari Pak Dadan kalo region Tegal nomor 2. Makin penasaranlah aku. Jawa Tengah ada di mana? Sorenya baru penasaranku hilang. Dikasih tahu sama Regional Manager kalau Jawa Tengah ranking 1.Dikasih selamat. "Top Admin. Congrats ya"  *mak cesss gitu..adeemmm..

Ranking 1 itu dari 14 region se Indonesia.

Gak percaya aku, masak sih? Benerkah aku?RCA se Indonesia bagus semua. Jawa Timur luar biasa. Tegal sangat menguasai teknik. Jakarta, Jawa Barat, Malang, Bali, Sumatera, Kalimantan, Manado, Indonesia Timur.

Mengenang dulu aku jadi ingin menitikkan air mata.  Secara 3 tahun lalu aku tidak diperhitungkan. Tapi aku tidak menyerah, setelah support yang ngena banget dari atasan.  Kemudian 2 tahun lalu aku masih masuk 3 besar. And now, aku nomor 1.

Terima kasih Tuhan. Terima kasih untuk para mentor.Terima kasih untuk semua fellow. Life is awesome, indeed.

Thursday, July 26, 2012

Nasihat Tidak Penting


Jangan dengarkan nasihat tidak penting. Boleh dengarkan, masuk telinga kanan, keluarkan saja dari telinga kiri. Kalau perlu masuk telinga kanan keluarkan dari kanan juga. Jadi nasihat itu tidak sempat masuk ke pikiranmu yang akan mengotori pikiranmu.

Tidak semua nasihat itu baik. Apalagi bila nasihat itu diucapkan oleh orang yang punya kepentingan terhadap dirimu. Hati-hati. Orang yang kita anggap dekat dan baik pun terkadang punya kepentingan atas diri kita. Bisa saja nasihatnya menjadi sangat tidak penting buatmu. Jangan dengarkan yang seperti itu.

Hidup kamu adalah sepenuhnya tanggung jawabmu. Nasihat orang lain boleh saja datang , tetapi keputusan sepenuhnya adalah  tanggung jawabmu. Apakah orang pemberi nasihat itu akan punya resiko kalau nasihatnya salah? Resiko moral mungkin iya, itupun kalau pemberi nasihat tahu diri. Kalau ternyata pemberi nasihat bermuka tebal? Atau bahkan sudah lupa pernah memberi nasihat padamu? Karena tujuannya sudah tercapai.  Hanya penyelasan di diri kita tentunya.

Nasihat yang tidak penting itu misalnya bagaimana sih? Contohnya begini ya. Aku ambil contoh simple, yang tidak terkait dengan masa depan. Misal ada orang kasih nasihat begini: “Jangan makan bakso di warung X, enggak enak!” Bagaimana bisa pemberi nasihat ini meng-judge bakso di warung X tidak enak? Bukankah selera itu sangat subyektif ya? Ternyata si pemberi nasihat ini juga punya warung bakso. Nah, ketahuan kan di mana letak ketidaksesuaian nasihatnya. Mengapa kita mau jadi korban si pemberi nasihat?

Itu hanya contoh kecil. Bisa dianalogikan untuk hal-hal besar yang itu menyangkut masa depanmu. Yang mana dengan berjalannya waktu nasihat tak berguna itu benar-benar menjadi omong kosong belaka.
Kamu adalah kamu. Masa depanmu adalah sepenuhnya tanggung jawabmu. Abaikan apapun yang membuatnya tidak seperti itu. That’s all.
*sigh

Tuesday, March 6, 2012

Antara Gondang dan Kalasan


Hari minggu kemarin ada kecelakaan bus yang bikin jalan macet panjang di lokasi kejadian. Tadinya bingung ada apa ini jalan kog tumben macet. Kan enggak Lebaran. Jalan merembet, sampai juga ke titik penyebab kemacetan. Ada bus nangkring di divider jalan. Kabarnya tabrakan karambol, bus-truk dan 2 sepeda motor. Semoga tidak ada yang terluka parah *hopefully

Membaca nama bus yang nangkring di atas divider jalan tadi, ingatanku langsung melayang masa SMA. Waktu sekolah dulu aku suka berangkat naik bus. Nah aku sering naik bus Sedya Utama. Waktu itu warnanya masih biru, sekarang ganti hijau. Jarak kurang lebih 10km bisa cepat sampai, daripada naik angkutan umum colt yang suka berhenti. Bisa terlambat setiap hari aku.

Nah, ini inti ceritanya. Saking seringnya aku naik bus Sedya Utama jurusan Solo-Yogya, aku jadi seperti langganan deh. Enggak usah distop, busnya sudah berhenti sendiri tepat di depanku. Aku selalu berangkat bareng tetanggaku namanya Nono yang beda kelas sama aku. Dapat tempat duduk adalah kemewahan buatku. Paling sering ya berdiri pegangan tempat duduk. Beginilah nasib terdampar sekolah antar proponsi gegara NEM-nya mepet *tutup muka dengan tangan

Tidak pernah aku sangka sama sekali, ternyata kondektur bus ini naksir aku *haaaiii jangan tertawa..plis deh…kondektur juga manusia. Aku baru ngeh setelah aku digratisin sama dia. Waktu itu tarifnya Rp. 100,-. Tiap kali tiba giliran aku bayar, dianya enggak mau terima. Tapi yang temanku diterima. Seneng sih gratis, uang jajannya jadi nambah. Tapi kog…

Kadang mas kondektur ini nyamperin ngajak ngobrol *sumpah aku nggak ingat namanya. Ceritanya sembari jadi kondektur dia kuliah di UT dan hampir lulus. Wow..amazing juga sih waktu itu. Tekatnya untuk keluar dari kerasnya jalan raya cukup besar juga.

Suatu hari, turun dari bus dekat sekolahku, aku dikasih 1 tas isinya makanan oleh temanku cewek yang satu bus sama aku tapi naiknya beda tempat (duluan aku naiknya). Ternyata makanan itu dari mas kondektur. Takut makanannya sudah dikasih jampi-jampi *asli takut sekali, makanan itu dimakan oleh teman-teman kelasku. Aku tidak makan sama sekali. Dan jadilah aku bahan olok-olokan teman-teman *LoL biarin aja

Setelah lulus SMA, aku tak pernah bertemu dengan mas kondektur lagi. Semoga tercapai cita-citanya. Amin.

Saturday, March 3, 2012

Gula Merah Semut

Waktu potong rambut beberapa minggu yang lalu, sama Cie Lily aku dikasih gula merah semut sebanyak dua pack. Gula semut rasa jahe ini ternyata enak bener. Diminum saat cuaca dingin sangat nikmat. Dengan adukan batang serai yang dimemarkan lebih nikmat. Paling nikmat kalau sudah tersedia dan tinggal minum *LoL sudah disiapkan suami tercintaku...muach muach buat Ulet Buluku..

Gula semut yang ini beda sama yang pernah aku beli. Kalau yang pernah aku beli itu mahal dan agak pahit. Aku tidak suka. Gula semut yang ini produksi UMK Girimulyo Kulonprogo. Namanya Gula Merah Semut "Menoreh". Tradisional, organik, tanpa pengawet dan tanpa pewarna. Kabarnya sudah diekspor ke manca negara. Di packagingnya ada tulisan begini:

"Seperti dikutip dari livestrong, gula merah memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah yaitu sebesar 35 dibandingkan gula pasir tebu yang indeks glikemiknya sebesar 58. Indeks glikemik (GI) adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa besar makanan tersebut meningkatkan kadar gula darahnya"

Ini yang aku tidak suka. Kan tidak harus menjelekkan bahan makanan lain untuk menonjolkan diri. Meskipun tidak ada merk, tapi industri pabrik gula pasir tebu terus bagaimana? Di pabrik gula pasir dari tebu juga banyak yang menggantungkan hidupnya di sana, mata pencahariannya di sana.

Bagaimana kalau ditulis begini:
"Gula merah memiliki nilai indeks glikemik  sebesar 35. Indeks Glikemik (GI) adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa besar makanan tersebut meningkatkan kadar gula darahnya"

Ah entahlah. Sebaiknya aku nikmatin minumanku ini saja. Keburu dingin.

Gambar adalah koleksi pribadi.

Tak Takut Lagi


Dulu aku takut terbang, sekarang enggak lagi. Tipsnya sederhana saja. Baca Novel. Karena kalau tidak capai sekali, aku nggak bisa tidur dalam posisi duduk. Betapa nikmatnya orang yang bisa tidur enak di mana saja ya? Ulat Buluku itu duduk di depan TV saja bisa tertidur pulas *LoL

Perjalanan panjang tak terasa dengan baca novel. Bila novelnya bagus, lebih tidak terasa lagi. Tahu-tahu udah mau landing saja. Sebuah novel bisa dihabiskan dalam 5 jam terbang. Simple banget, kenapa enggak kepikir dari dulu sih, jadi aku tidak perlu ketakutan kalau naik pesawat. Dulu itu aku juga bawa bacaan, tapi buku yang "berat" huh...mata malah sakit, kepala kliyeng-kliyeng *wah kalau ini agak dilebihkan, dasar malas saja.

Pernah juga aku ngajak ngobrol teman sebelahku, seorang perempuan setengah baya*yang selalu kuharapkan teman sebelahku cowok ganteng, tetapi belum pernah terkabul *LoL again, karena bacaan yang kubawa adalah buku manual kamera yang membosankan dan banyak penumpang kulihat sedang tidur. Jadi berasa sendiri. Cukup mengurangi stress juga ngobrol. Aku bilang sama perempuan itu kalau aku takut naik pesawat hehehehe.

Intinya: Bila naik pesawat bawa novel yang bagus.

Gambar diambil dari internet

Tuesday, January 17, 2012

Si Selalu

Aku bercanda sama suamiku.
"Pi, aku tuh menyebalkan ya?"
Suamiku jawab "Ya, kadang-kadang...."
"Kan cuma kadang-kadang toh? Kalau Pipi sering tuh menyebalkan" "Nah kalau yang selalu menyebalkan adalah tetangga depan rumah kita. Lihat moncong mobilnya aja sebel toh...hehehe"
Suamiku tertawa mengiyakan.

Tetanggaku ini memang meyebalkan, tapi karena dia persis depan rumah, ya dibawa enjoy saja. Mau apa lagi. Namanya juga anak muda, masih kuliah. Mobilnya saja bikin sebel, apalagi orangnya. Garasi rumah pendek, tapi mobilnya panjang, hingga moncongnya nongol ke jalan persis garasi rumahku. Jadi kalau aku mau masuk parkir, putarannya jadi berkurang karena jalan kemakan tongolan mobilnya Si Selalu.

Eh, kemarin Si Selalu motret-motret rumahnya. Aku bilang sama suamiku, apa mau dijual ya rumahnya? Ternyata bener, di depan rumahnya sekarang sudah dipasang kertas dengan tulisan "DIJUAL"

Mungkin sudah lulus kuliah, mau balik ke Semarang kota asalnya. Semoga cepat laku ya.

Sudah 2012

Bermula di awal Desember 2011, tepatnya tanggal 6. Bersama team RO melakukan audit di Solo. Dan mendapat temuan fraud. Sejak itu masalah bergulir. Sangat melelahkan karena diduga melibatkan banyak sekali karyawan. Kolusi. Bener-bener pengalaman pertama menangani fraud yang dasyat. Aku sendiri heran,kog bisa ya? Bukankah sudah well paid? Ah kembali sifat manusia yang tak pernah puas.

Semenjak menangani kasus itu, waktu serasa cepat sekali berlalu. Bolak-balik Jogja-Solo-Jogja. Badan sempat sakit. Nuansa akhir tahun yang biasanya dibawa dalam suasana gembira jadi tertelan oleh kelelahan. Tanggal akhir tahun pun masih berkutat di Solo, hingga untuk pulang ke Jogja harus melewati jalan desa-desa menghindari kemacetan. Untunglah bisa tiba di Jogja sore hari. Berakhir tahun denga menonton film bersama suami. Jam 11 malam raga sudah tidak mau diajak begadang sambut tahun baru.

Tidak sempat menikmati pergantian tahun. Tahu-tahu sudah pagi.
Dan sudah tahun 2012...

Dari kasus ini, banyak hal jadi terabaikan. Mudah-mudahan minggu ini sudah ada kejelasan endingnya mau gimana. Aku kehilangan satu supervisor, hingga pekerjaan kantor agak keteteran. Mana yang supervisor di Jogja mau cuti melahirkan. Kata suamiku aku stress. Ya, sepertinya. kepalaku sering cenat-cenut, seperti ada yang menekan. Pijat tidak mengurangi, hanya mengurangi isi dompet saja. Dengan berlibur di hari ulang tahun suamiku kemarin agak berkurang. Sedikit refresh.

Sudah 2012..

Thursday, November 3, 2011

Yang Berguna

Sekitar tahun 2007 aku mulai suka berinternet. Dari buka account friendster yang saat itu sangat popular ya, terus buat blog di sini. Buat account di mana-mana hehehe...Dengan berlalunya waktu, dan saat ini saat kutulis ini, segala keisenganku itu berguna. Ketika aku harus buat blog baru untuk menunjang bisnis baruku...cieee...aku sudah gak gagu lagi. Accountku di photobucket juga berguna.Walaupun saat buka lagi bingung passwordnya lupa. Maklum dulu tidak organize user id dan password. Semua masih mengandalkan ingatan. Padahal sekarang ingatan sudah mulai karatan. Banyak hal yang diingat, banyak yang lupa pula.

Tampilan blog ini hari ini aku rombak, sudah bosan sama yang lama.....hah? oh enggak, kalau sama suami enggak bosan dong...hehehe...*apa sih

Semoga dengan tampilan baru jadi lebih rajin nulis di sini, cerita apa aja...eh siapa tahu berguna buat yang kebetulan mampir di lapak ini.

Sekarang mau belajar di "tetangga sebelah" ya...Semangat!

Monday, March 28, 2011

Medical Check Up

Ulet Bulu kemarin medical check up. Agak komplit. Hasilnya banyak yang normal. Tapi ada 2 point penting yang malah nggak normal. Berlebihan. Hufff...

Aku harus teges jaga makanannya. Ulet bulu susah sih kalo dibilangin. Harus diet. Perutnya udah kayak ibu hamil 7 bulan saja. Sekarang harus diet betulan. Nasinya dikurangin. Nasi banyak mengandung gula. Kebanyakan gula, bikin trigliserida naik. Mana dia punya gen sakit jantung pula. Uhh..

Sayang, plis ya..jaga kesehatan kalau enggak di samping aku. Kalau kamu di sampingku, aku yang jagain kamu. Aku ingin kamu dampingin aku samapi tua. Melihat Kyla menikah dengan laki-laki yang dicintainya..mau kan?

So pliss jaga kesehatan ya...

Monday, December 13, 2010

Chasing dreams...

Semenjak jadi nyonya, baru sekarang bisa curhat di sini. Banyak cerita terlewatkan. Acara pernikaanku yang sukses, kado terindah adalah ciuman adikku tersayang, cuti panjangku yang membuahkan outstanding marketing yang tinggi yang menjadi hot topic end of October s.d sekarang *lol...gunung Merapi yang ngambek, yang buat aku mengevakuasi diri pada dini hari yang mencekam dan mengungsi di rumah ortu selama 16 hari. Di sela-sela ketakutanku, masih sempat menyalurkan bantuan dari relasi Bunda. Dapet teman-teman baru lagi. Kursus fotografi. Berat badanku yang turun 4kg. Sakit flu 2 minggu. Outing ke Tawangmangu yang hueboohh...

Di masa itu....ada sesuatu yang membuat aku bahagia...membuat hari-hariku ceria. Ada impian indah di sana yang ingin kuraih. Serasa dekat, tapi masih jauh sekali..OMG terima kasih untuk rasa bahagia ini..Impian, kau akan kukejar..bosan bila hanya melukismu di rembulan, harus kukejar..

Wednesday, September 15, 2010

Lamaran & Kursus Perkawinan

Lamaran resmi dilakukan tanggal 10 Juli 2010 jam 11.00 WIB. Rencananya, saudara Ulbul akan banyak yang datang untuk ikut dalam acara lamaran. Sebab Ulbul sangat disayang oleh saudara-saudaranya. Tetapi seminggu sebelumnya ada halangan, saudara di Ungaran kecelakaan mobilnya tertabrak bus. Tidak ada korban jiwa, tetapi 5 orang masuk rumah sakit semua. Syukurlah.

Dari keluarga Ungaran yang bisa mewakili adalah Heru, sekaligus sebagai juru bicara. Acara berjalan dengan lancar. Acara ini hanya melibatkan keluarga intiku. Aku yang minta agar tak mengundang keluarga besar, seperti lamaran sebelumnya yang akhirnya batal menikah. Acara inti hanya 15 menit, sisanya adalah ngobrol santai dan makan siang bersama. Aku yang dilamar ngumpet di belakang. Sedikit deg-degan.. hehehehehe...

Sore harinya, kami berdua langsung kursus perkawinan di Gereja Wedi.Bila akan menikah di Gereja Katholik, maka calon pengantin harus punya sertifikat kursus perkawinan. dari Gereja manapun bisa. Karena di Gereja Wedi Klaten kursusnya hari Sabtu dan Minggu selama 2 kali, maka kami putuskan kursus di sini, sehingga tidak perlu ijin kantor. Kalau di Gereja Kidul Loji Yogyakarta, kursus selama 1 minggu mulai Senin s.d Sabtu jam 17.00 - 19.00. Wah mana bisa dengan kondisi sekarang.

Aku terharu dengan kesediaan calon suamiku meneguhkan pernikahan di Gereja. Dengan rela dia mengikuti kursus ini. Menjemukan, karena materinya dan pengajarnya yang jadul. Tapi kami harus mengikutinya supaya dapat sertifikat. Yah, dinikmati saja. dari jam 15.00-19.00. Saat itu waktu berjalan terasa lamban hahahaha..Ada yang lucu, waktu pelajaran moral perkawinan, pengajarnya justru ambil contoh sinetron Kamila. Alamak....mana aku tahuuu....

Empat kali pertemuan berlalu sudah. Sertifikat kudapat. Selanjutnya, menghadap Pastur untuk Kanonik.

*Kanonik : penyelidikan oleh Gereja sebelum pernikahan dilangsungkan, apakah calon pengantin berhalangan atau tidak. Misal : calon pengantin tidak terikat oleh perkawinan lain. 
.

Finally...

Lama juga ya aku tidak menulis di sini. Padah al banyak sekali yang ingin kuungkapkan di sini. Dari sekian banyak cerita, ada satu yang buat aku bahagia dan membuatku jadi sangat sibuk beberapa bulan terakhir ini. Ya..akhirnya aku akan menikah juga. Terlambat? Pada awalnya aku berpikiran seperti itu. Tetapi aku diingatkan oleh kalimat seperti ini "Tuhan tak kan datang lebih cepat, juga tak akan lebih lambat. Ia membuat sesuatu indah pada waktunya" Kalimat itu akan menghiasi buku Peneguhan Perkawinanku nanti.

Pada suatu hari di bulan Mei siang hari, dia melamarku lewat SMS. Katanya dia bermimpi disuruh menikah oleh SBY tanggal 10 Okt 2010, tepat di hari ulang tahunku. Pada awalnya aku tidak yakin. Tetapi aku harus meyakinkan diri. Ketika keyakinan itu sudah kudapat, banyak sekali kejadian yang menakjubkan. Amazing. Jalan kami menuju Oktober sangat lancar. Tidak ada kendala yang berarti. Kami akan menikah di Gereja Katholik.

Pada tanggal 31 Mei 2010, awal dari perjalanan menuju Oktober. Pertama, "matur" sama orang tuaku, keinginan kami berdua untuk menikah. Disambut dengan suka cita, mendapat dukungan penuh. Kedua, sowan ke ketua lingkungan untuk minta surat pengantar ke Gereja. Ketiga, mulai memanjangkan rambut atas saran dari salon langgananku.

Sebenarnya sebelum aku selesai urusan Gereja s.d Kanonik, aku tidak mau urus yang lainnya. Tetapi aku diingatkan oleh ayahku, bahwa tanggal itu tanggal yang unik. 10-10-10. Banyak yang akan mengadakan hajat di hari itu. Semua harus dipersiapkan seawal mungkin. Nah, barulah aku nyadar, oh iya ya..yang ada dipikiranku itu hari ukang tahunku. Ternyata triple 10. Thanks God. Istimewa sekali hari pernikahanku.

Kemudian, pertama yang diselamatkan adalah tempat resepsi. Ternyata auditorium di Pabrik Gula sudah dipesan orang. Aduuh.....bener kata ayahku. Ngobrol punya ngobrol, home stay di PG itu juga disewakan. Aku lihat-lihat. ya sudahlah di sini saja. Pada saat survey di home stay, kecil, masih terlihat kotor, jalan baru proses conblock.Tetapi....setiap kali aku lewat di sana, aku selalu menengok ke kiri. Makin hari kog makin bagus saja. Mereka sedang bebenah. Kalau malam cantik sekali.Ada pohon beringin yang dikasih lampu spot. Ada air mancur. Kami memutuskan akan mengadakan acara resepsi di malam hari, dengan konsep garden party. Tadi ketemu sama marketing manager yang baru joint di situ bukan Juli. Dia berjanji akan menyulap tempat itu menjadi indah pada saat eventku. Terima kasih Mbak Fia, baru kenal sudah baik sekali.

Dan begitulah yang kami alami, tiba-tiba banyak kebaikan yang kami peroleh dari keluarga dan teman-teman. Kini aku tak ragu lagi melangkah menyongsong hari indahku.

Terima kasih Tuhan, akhirnya aku akan menikah juga.

Saturday, May 15, 2010

God...help me please..

God...please help me...

Aku butuh tiket Garuda ke Jakarta besok minggu jam 18.35...

Please...God help me...

Office @18.25

Sunday, May 2, 2010

Terbang di Atas Awan

Aku takut naik pesawat. Jika ketakutan itu adalah 100% maka 50% nya adalah saat take off. 25% adalah saat di atas, 25% sisanya adalah saat landing. Ini bukan masalah kepasrahan hidup pada Tuhan. Ini adalah masalah takut. Memang belum bisa dikatakan phobia. Karena ketakutan ini akan hilang jika ada ada teman di sampingku. Ketakutan itu hanya berlaku jika aku terbang sendiri.

Siang itu aku terbang dari Jakarta ke Jogja. Langit cerah. Duduk di kursi F, dekat jendela. Empat orang di sampingku tidur dengan nikmatnya. Satu orang yang duduk di kursi A sedang makan roti servis karena delay 1 jam sambil sesekali pandangannya ke luar jendela.

Aku beranikan menengok ke jendela. Lalu aku tengok ke bawah. Lamaaaaa aku nikmatin suasana di luar. Ketakutanku hilang. Takjub dengan kebesaran alam ini. Awan putih bersih bergumpalan di luar sana. Cuaca sangat cerah, melihat ke bawah seperti menikmati google map.

Ketika ketakutan tak menghampiriku, waktu cepat berlalu. Hampir landing. Pesawat mulai turun. Saat itulah pemandangan terindah. Garis pantai selatan Jawa terlihat jelas. Panjang. Tak berbatas. Indah.

Semoga penerbangan-penerbangan selanjutnya, aku bisa nikmatin seperti hari itu.

Thursday, April 8, 2010

Sometimes life is so unfair

Hari ini aku sedih. Sesak dadaku hingga aku harus meneteskan air mata di kantor. Lama aku termenung sendiri. Kemudian aku sms seorang sahabat. Dia membalas dengan bijaksana "Sedih itu cuma masalah point of view. Untuk meminimalkan hanya mengalihkan point of view sedihmu. Alihkan pikiranmu ke aktifitas lain, maka sedihmu terlupakan atau terkurangi. Berdoa dan meditasi salah satu pengobat. Datanglah pada Yesus, Dia penghibur"

Kemudian seharian aku bekerja sambil merenungkan kata-kata sahabatku itu. Kemudian merenungkan kata-kata yang kutulis di judul ini. Aku malu sendiri. Kerdilnya aku. Kata-kata itu hanya pantas diucapkan oleh orang yang tak pernah bersyukur dengan apa yang sudah diberikan oleh alam semesta ini kepadanya.

Hari ini biarlah segera berlalu. Yang lalu biarlah berlalu. Menengok ke belakang hanya akan membuat kaki tersandung batu di depan. Aku akan melangkah dengan pasti ke depan. Mencurahkan seluruh cinta dan perhatian pada apa yang sudah dianugerahkan alam ini kepadaku.

Sometimes life is so unfair gonna be expired soon !

Friday, February 19, 2010

Fixing unbroken Relationship

Try to fixing the unbroken relationship. Me and him. Dia merasakan kami berkomunikasi kurang baik lately. Yap, karena terlalu lelah dengan rutinitas, terlalu melelahkan setiap hari, saling menahan diri agar tak terjadi pertengkaran dan salah paham. Meskipun akhirnya terjadi juga salah paham yang tak diinginkan itu...

Sore tadi aku bertekad untuk memperbaiki hubungan ini. Kutemani dia makan malam bakmi godoknya. Aku bersihkan rumah yang lama kuabaikan. Rumah mungil ini jadi bersih dan rapi. Menjadi home seperti kemarin-kemarin. Aku mencintai rumah ini, menghargai bagaimana mendapatkannya. 

Dia sedang asyik menonton TV, aku minta ijin menulis sebentar di sini. Dia begitu damai jika berada di sini. Penat yang seharian jadi hilang bersama dengan tawa kami. Aku mencintainya ... ya aku sungguh mencintainya...

Maafkan aku sayang...mari kita perbaiki hubungan ini...

Pregnant...!!!

Salah satu partner kerjaku sedang hamil 1 bulan. Artinya bakalan cuti panjang dia, bakalan aku yang akan menggantikan semua pekerjaannya. Hoaaahh....Resiko.

Bukan itu yang menarik perhatianku. Tapi perilakunya yang berubah. Seperti bukan dia. Seperti menjelma menjadi orang lain. Apa bawaan orok kali ya? Jadi pelupa. Jadi sensistif. Aku iba hati melihatnya hamil muda seperti itu. Sudah rumahnya jauh pula. Jadi setiap sore aku harus ingatkan supaya dia tak pulang telat seperti biasanya. Mau negur karena dia salah pun jadi tertahan. Biasanya langsung samber aja, sekarang harus pelan-pelan ngomongnya. Duuuh...ribet amat jadinya...

Tapi bagaimana lagi? Aku sesama perempuan, mencoba menghayatinya jika aku menjadi dia. Suatu saat aku pasti mengalaminya.