Showing posts with label the Dreams. Show all posts
Showing posts with label the Dreams. Show all posts

Monday, December 13, 2010

Chasing dreams...

Semenjak jadi nyonya, baru sekarang bisa curhat di sini. Banyak cerita terlewatkan. Acara pernikaanku yang sukses, kado terindah adalah ciuman adikku tersayang, cuti panjangku yang membuahkan outstanding marketing yang tinggi yang menjadi hot topic end of October s.d sekarang *lol...gunung Merapi yang ngambek, yang buat aku mengevakuasi diri pada dini hari yang mencekam dan mengungsi di rumah ortu selama 16 hari. Di sela-sela ketakutanku, masih sempat menyalurkan bantuan dari relasi Bunda. Dapet teman-teman baru lagi. Kursus fotografi. Berat badanku yang turun 4kg. Sakit flu 2 minggu. Outing ke Tawangmangu yang hueboohh...

Di masa itu....ada sesuatu yang membuat aku bahagia...membuat hari-hariku ceria. Ada impian indah di sana yang ingin kuraih. Serasa dekat, tapi masih jauh sekali..OMG terima kasih untuk rasa bahagia ini..Impian, kau akan kukejar..bosan bila hanya melukismu di rembulan, harus kukejar..

Monday, January 25, 2010

Pati and Karimunjawa

Sudah setahun bekerja di perusahaan baru. Aku sangat menikmatinya. Menikmati menjadi RCA. Meskipun pada awalnya sempat gamang, kini aku mantap menjalaninya. Berpartner dengan 5 Supervisor dan puluhan staff admin yang beraneka macam adalah keasyikan tersendiri.

Tadinya area hanya 3, bulan Agustus tahun lalu tambah 1, kini menjadi 5 area. Tambahannya adalah Area Pati..(Oh pliss..jangan nambah lagi...aku bisa puyeeengg). Area termuda ini sempat membuat aku kuatir, karena preparation yang begitu singkat. Untunglah supervisor yang direkrut cukup smart. Belajar dengan cepat. Gesit dan cepat menyesuaikan. Sirnalah sudah kekuatiranku. Operasionalnya masih di Semarang, berhubung kantor di Pati masih dalam tahap renovasi. Minggu lalu aku berkunjung ke Semarang, memastikan semuanya berjalan dengan lancar.

Bicara soal Pati, hoaah...susah dan senang bergantian. Sudah diingatkan sama babe. Kata beliau, ntar kalau visit Pati siap-siap bete di jalan. Pokoknya siap-siap emosi di jalan. Perjalanan darat dari Semarang ke Pati kurang lebih 3 jam, dan jalannya sedang rusak parah. Bisa dibayangkan sengsaranya. Apalagi buat aku yang sangat tidak bisa menikmati perjalanan darat naik mobil.

Yap, dari Jogja ke Semarang saja aku mual-mual. Dari Jogja ke kediri sampai Ngawi muntah-muntah. Yah begitulah. Aku senang berada di tempat-tempat baru, tapi tidak senang dengan perjalanan menuju ke sana. Inginnya merem sudah sampai tujuan. Seandainya Dora Emon benar-benar exist, aku akan pinjam 'baling-baling bambu' atau 'pintu ke mana aja' nya.

Kembali ke Pati. Ada yang kunanti segera berkunjung kesana. Bahkan aku sudah janjian dengan team Pati akan pergi kesana jika aku visit Pati. KARIMUNJAWA. hmm....aku browsing tadi, pemandangan yang eksotis. Aku tak sabar ingin kesana. Seorang sahabat mengingatkan, bulan-bulan gini ombaknya besar, ntar aja kalau bulan Juni-Juli. Untuk sebuah pemandangan yang indah, apalah arti menanti sampai saat itu tiba? Aku akan menunggu saat yang tepat untuk kesana.



So...Pati..eh Karimunjawa....I'll be there...

*pic diambil dari internet

Saturday, October 10, 2009

Buncahan Rasa

Rasa ingin tahuku membuncah. Kini tertuang sudah. Merdu suaranya akhirnya terdengar. Genderang kemenangan kukibarkan. Hahahaha...ku tertawa lantang dalam hati.. Belum semua terlampiaskan. Masih ada ruang penasaran. Kunikmati keindahannya. Sebelum rasa sampai ke penghujung. Biarkan menjadi bias-bias yang berpendar, yang menghiasi hari-hariku. Menjadikan waktu bergulir dengan penuh makna. Wahai sangkakala....jangan biarkan aku menderita dalam kepedihan.. jika aku tak bisa menari di ujung sana...

Thursday, October 1, 2009

Rainbow after Rain...

Harapan akan adanya pelangi sehabis hujan, keganasan hujan seolah tak berarti. Ketika pelangi benar-benar datang, siapkan diri untuk mereguk keindahannya.
Setiap pagi kudengar Nikita bersenandung “Pelangi sehabis Hujan”. Lagu nomor empat itu ku putar berulang-ulang ketika ku sedang menyetir sendiri. Berangkat ke kantor, pulang ke rumah. Meresapi makna keindahan pelangi yang terjanjikan akan datang setelah hujan reda. Pada Kitab Perjanjian Lama, pelangi menandakan Tuhan tak akan menghukum manusia dengan air bah lagi.
Adalah pelangi indah sedang kunikmati. Sungguh indahnya. Harapanku semoga pelangi itu makin indah, makin cemerlang. Ku akan berjuang agar pelangiku tetap bisa kunikmati setiap hari.
Ya...hujan di hari-hari kemarin, hari-hari yang lalu...terima kasih sudah datang. Barangkali tanpa hujan kemarin dan dulu, pelangi tak kan datang saat ini..
Thanks God for the Rainbow.

Friday, June 5, 2009

Sambungan: Mimpi yang Tak Pantas

Impianku bukan tentang seorang janda atau seorang pemuda. Itu hanya kiasan semata. Mungkin rasanya seperti itu. Impianku yang sebenarnya adalah masa depan yang lebih baik. Kualitas hidup lebih baik. Pekerjaan yang makin kucintai. Semua impianku sudah di depan mata, ada kesempatan terbuka lebar. Aku harus meraihnya dengan segenap usaha. Perjuangan sudah setengah jalan. Harus dituntaskan. Impianku...tunggulah aku..jangan lari lagi..

Thursday, June 4, 2009

Mimpi yang Tak Pantas

Terlalu tinggi untuk diraih. Sayap kecilku tak akan mampu terbang setinggi itu. Pesimis? Bukan, hanya lebih realistis. Patah semangat? Sama sekali tidak. Impianku ibaratnya seperti seorang tante janda yang menginginkan pacar baru. Lelaki muda yang cerdas, ganteng dan mempesona. Yang akan mengikis segala kesepian. Tak ada risau, yang ada hanya hati yang berbunga-bunga. Impianku bagaikan seorang gadis yang merindukan ciuman hangat dari sang pujaan hati. Ketika pujaan hati sudah di depan mata, si dia tak kunjung mencium. Sang pangeran hanya tersenyum jenaka, menggoda. Tapi pandangan matanya menebarkan harapan yang menjanjikan kehangatan. Impianku bak seorang pemuda yang kurindu dalam dada. Aku tahu dia sayang padaku. Tapi aku harus berjuang untuk dapat menemuinya. Masih tak pantaskah impian untuk diraih? Kenapa tidak? Impian adalah harapan. Harapan adalah nadi kehidupan. Impianku..jangan pergi menjauh..mendekatlah..atau setidaknya tunggulah aku. Aku pasti menjumpaimu.

Wednesday, April 8, 2009

Ingat Rembulan

Tadi sore ada yang mengingatkan aku tentang rembulan. Sialnya bulan malam ini sedang muram. Terkikis oleh angkuhnya awan. Lama tak menikmati keindahannya, lama tak melukis di wajahnya. Malam ini sepi, sendiri. Biasanya ada yang manja minta dibuatkan jus jambu. Tautan hatiku sedang mengejar mimpinya nun jauh di sana. Mimpi yang membuat dirinya hidup dan berarti. Tentu saja aku dukung dengan sepenuh hatiku. Kalau ada dia, biasanya aku manja juga. Enak memang bergantung padanya. Tapi kalau dia tidak ada di sini, aku bisa berubah total. Seperti kembali ke masa silam, menjadi seorang yang independen. Menjadi sangat mandiri, seolah tak butuh lelaki. Rembulan, tampakkanlah dirimu..aku ingin bercerita lagi. Mimpi-mimpiku yang kian nyata.

Sunday, March 8, 2009

Huhuhuhu.....

Apa ya yang bikin badanku makin melar aja? Makan biasa, tapi kog berat badan naik terus? Agak kecut juga mikirin berat badan. Baju-baju lamaku sudah kumasukkan dos. Sudah tak muat semua. Sebagian sudah dihibahkan pada saudara-saudara. Baju kerjaku, masih kusimpan di dos. Berharap, suatu saat badanku kembali pada ukuran baju itu. Lemariku penuh baju, tapi sepertinya hanya untuk dilihat saja, karena sebagian besar memang sudah tak muat juga.
*huh..sudah perlu dos lagi. Apalagi baju pesta, aku sudah tak punya. Kalau ada kondangan aku harus beli yang baru.
Kemarin waktu melayat nenek meninggal, saudara sepupuku yang lama tak bertemu bilang aku gendut sekali. Huhuhu....
Kata ulet bulu, aku harus bertekad kuat kalau mau tidak bertambah gendut lagi.

Ya ya ya...

Aku mau bertekad. Support me ya hun..
*Target : 50 kg.

Tuesday, January 20, 2009

Kejutan Indah

Terjawab sudah pertanyaan yang membayangi otakku beberapa bulan terakhir. Benang merah sudah nampak. Oh..inikah hadiah indah dari Tuhan untukku?Kejutan-kejutan indah yang membuat aku tak henti memanjatkan syukur. Terima kasih terucap dari hatiku, buah kesabaran.
Sabar ketika aku disingkirkan.. Sabar ketika aku tak dianggap Sabar melihat kesombongan Sabar dihina Sabar ketika berada di lubuk yang terdalam Sabar untuk setia dalam langkah yang benar Dalam kefakiran aku justru melihat dengan seksama Perbedaan yang jelas antara gelap dan terang Kini aku sedang diuji Untuk lebih bersabar lagi Untuk tetap rendah hati Untuk tetap menghargai Karena tiada ada yang selamanya dalam hidup
Semuanya fana

Sunday, January 11, 2009

Sedang Ujian

Inilah tulisan pertamaku di tahun 2009 ini. Ada big step dalam hidupku bersamaan dengan tahun berganti. Perusahaan baru yang lebih besar, lebih menjanjikan kemakmuran. Fondasi sedang kutanamkan. Bukan hal yang mudah. Mesti ekstra kerja keras. Mesti ekstra menjaga kesehatan.
Semoga aku lulus ujian dalam 6 bulan ke depan.

Monday, October 20, 2008

Sang Hujan

Aku datang banyak manusia bersorak sorai. Dengan tanah tandus di sana sini, memang selayaknya aku ditunggu-tunggu. Ah, manusia memang aneh. Kekeringan itu bukahkah mereka sendiri yang menciptakan? Andai hutan tak digunduli, tentulah aku bisa meresap ke bumi. Menghuni bumi yang dingin lebih nyaman, daripada mengalir semua ke sungai. Karena sungai sekarang banyak yang dangkal tak mampu menampung aliranku yang melimpah ruah. Kemana aku harus mengalir? Manusia terlalu kejam di mataku. Jika aku meresap ke bumi, aku bisa menjadi bersih, aku akan menyebar ke segala penjuru yang bisa kujangkau. Kelak jika musim kemarau tiba, aku bisa menyambung kehidupan, bukan cuma kehidupan manusia tetapi tanaman dan hewan. Aku turun ke bumi tergantung suasana hatiku. Kalau aku sedang bergembira, aku akan turun kecil-kecil. Manusia biasanya senang denganku yang begini. Manusia akan memandangiku dari balik jendela. Menatapku, seolah-olah bilang jangan berhenti. Seakan aku bisa membantu mempersatukan mimpi manusia dengan kenyataan. Dengan secangkir cappucino di tangannya, manusia merasa itulah moment terbaiknya. Manusia-manusia itu makin lama menatapku makin sendu saja wajahnya, menerawang menembus rintik-rintikku. Entah apa yang ada dibenak manusia-manusia itu, mungkin ingat kenangan-kenangan romantisnya atau kenangan buruk yang merobek hatinya. Sebaiknya aku berhenti saja, supaya manusia segera bisa kembali bekerja, tak terlena oleh kedatanganku. Ahh manusia memang ada-ada saja. Kalau aku sedang luar biasa gembira, aku akan turun dengan deras. Aku memang menyayangi manusia. Aku ingin mereka bisa hidup makmur, dengan menjamin irigasi sawahnya. Aku ingin kebun bunga tak kering layu karena terpaan sinar mentari yang garang. Jika bunga-bunga bermekaran pasti manusia akan senang memandangnya. Aku sangat menyayangi manusia. Walau kadang-kadang aku benci dengan sikap manusia yang memanfaatkan kedatanganku untuk alasan bermalas-malasan. Terlambat datang ke kantor karena aku datang saat mereka harus berangkat kerja. Atau bahkan tidak masuk kantor. Memanfaatkan aku untuk mengingkari janji yang sudah dibuat karena aku datang. Ahh lagi-lagi manusia.. Kalau aku sedang ngambek, aku akan buat manusia menerka-nerka aku. Aku bakal turun enggak ya? Manusia menyebut seperti itu mendung. Di situasi seperti itu, manusia ada yang risau. Takut acaranya batal, takut jemurannya tak kering. Ada juga yang harap-harap cemas, dalam hati ingin segera aku turun, supaya sumurnya tak kering lagi, supaya debu-debu yang beterbangan di udara ini kembali menyatu dengan bumi tempatnya berasal. Manusia selalu merindukan udara yang segar. Tapi aku sedang ngambek. Kuminta bantuan angin temanku untuk meniupku ke belahan bumi yang lain, di mana aku akan turun dengan senang hati. Jika aku sedang sangat marah, aku akan datang bagai tercurah dari langit. Tak lupa aku akan bawa teman-temanku. Ada cahaya kilat, suara guntur bergemuruh dan angin puting beliung yang akan meyempurnakan kemarahanku. Kalau sudah bagini, manusia akan ketakutan. Ahh kasian juga manusia kalau sudah ketakutan. Untuk menghibur mereka, aku akan mereda dan biasanya aku panggil kawanku yang cantik untuk memperlihatkan diri kepada manusia. Dialah pelangi. Manusia akan gembira melihat pelangi, karena manusia luput dari angkara murka air bah seperti pada jaman Nabi Nuh dulu. Sebenarnya aku marah juga biar manusia sadar, bahwa alam sudah tidak seimbang. Dulu, aku bisa beristirahat selama 6 bulan. Sekarang, kapan aku harus datang dan pergi seperti tidak ada skemanya. Manusia ohh manusia.. Akulah Sang Hujan

Monday, September 15, 2008

Long Lasting Happiness (an Investment)

Siku dalam tangan kiriku masih memar. Kemarin habis diambil darahnya beberapa cc untuk tes lab. Juga urin, aku dan si dia. Hasilnya, BUN, kreatin, trigliserida, kolesterol total, HDL dan LDL kolesterol, glukosa, asam urat dll hasil pemeriksaan itu semuanya mengindikasikan aku sehat. Tak ada yang melebihi batas rujukan. Meskipun aku tak paham betul dengan semua istilah di atas, tapi aku percaya dengan lembaran kertas hasil tes itu. Yang perlu kutambah adalah olah raga, dan tidak menahan buang air kecil. Beruntunglah aku tak suka ngemil. Mungkin itu juga berpengaruh. Tapi aku suka makan enak, jadi hasilnya memang agak membuat terkejut(yang menyenangkan) Beda dengan si dia, hasilnya agak mengkuatirkan, mengingat umurnya masih kepala 3. Ketika kami berdua d mobil, aku tanya sama dia: "Kamu ingin bersamaku selama mungkin kan?" Dia menjawab "Iya dong" Lantas aku bilang "Kalau begitu, jaga kesehatan ya" Umur memang kehendak yang Di Atas, tapi dengan menjaga kesehatan, kita membuat peluang berumur panjang. Bukankah Tuhan senang dengan orang yang berusaha? (Darimana aku tahu kesukaan Tuhan?) Malam minggu kemarin aku sudah meninggalkannya untuk wasting time dengan teman-teman. Jadi hari minggu waktuku kucurahkan semua untuknya, sebagai pengganti. Dengan sedikit pemaksaan, akhirnya dia mau pergi juga ke lab. Sudah beberapa kali dia mengeluh sakit di dada, juga kalau berkatifitas sedikit menguras tenaga, nafasnya seperti kepayahan. Dianya malah tidak merasa, tapi aku yang kerasa. Ibunya meninggal karena sakit jantung koroner, setiap kali nyeri dada dia ingat ibunya. Dia tak ingin seperti ibunya. Kata-kataku di mobil itu rupanya tertancap di hatinya. Dia berjanji akan menjaga apa yang dia makan. Aku support dia semampuku, mengingat tak sepanjang hari dia bersamaku. Lagipula, alu ingin kesadaran itu betul-betul dia resapi seperti halnya kesadarannya berhenti merokok beberapa tahun silam. Bukan karena aku, tapi karena dia sendiri. Kemudian aku ingat cerita kisah nyata seorang abdi setia. Seorang bapak yang mengurus majikannya yang terkena stroke. Dia bercerita, dulu waktu jaman susah, majikannya ingin beli sate kambing samirono tetapi tidak punya uang. Sekarang begitu majikannya sudah punya banyak kekayaan bahkan beli warung satenya aja bisa, beliaunya sudah tak boleh makan sate kambing. Menyedihkan dan ironis. Lalu, apa guna uang setumpuk yang sudah dikumpulkan dengan susah payah? Ada juga teman perempuan satu kantorku yang umurnya 5 th lebih muda dariku, tapi dia sudah sakit asam urat, dan itu sangat mengganggu aktifitas. Setelah ditelusur, memang ada makanan yang tidak boleh dia makan secara berlebihan, tapi dia makan dengan berlebihan. Dan tadi malam kami berdua bertekad untuk hidup (lebih) sehat. Dia berpesan padaku untuk selalu ingatkan bila dia lupa. Owh I will honey, tanpa kamu minta. Kita bercita-cita berumur panjang dan bahagia. Tentunya itu hanya bisa diraih kalau kita sehat. Ingat nenekku di desa, hun? Sekarang sudah berumur 100 th lebih..dan masih sehat..Besok Lebaran kita akan mengunjunginya. Investasi hidup sehat nenek di kala dulu, dia nikmati sampai punya cicit.. *to ulet bulu: I do love you for timeless

Saturday, September 13, 2008

Ingin Lari !

Aku tahu sesuatu yang terjadi Perasaan seorang perempuan Aku tahu itu busuk Bukan aku sok tak punya salah Tapi yang kulihat lebih bejat Aku tahu tapi aku hanya bisa diam Diam dalam renungan yang panjang Kesaksian bisu terpendam Aku terpenjara Dalam sebuah kata... Aku pasti akan mengakhiri semua ini Rindu akan kebebasan Merdeka lahir batin Sesak menghimpit dada ini Ingin kuletupkan tapi aku belum berdaya Sejenak saja Aku ingin lari dari penat ini Menafikan sekitar Memuntahkan carut marut isi hati ini Esok pagi.. Semoga aku bisa Menapak hari seolah tiada ada yang terjadi Seolah semuanya baik-baik saja . Batu karang pun akan pecah oleh tetesan air Jika tetesan air itu terus menerus

Friday, July 18, 2008

fatamorgana..

Hatiku sedang riuh rendah. Di satu sisi bersorak di sisi yang lain meratap. Tapi apa gunanya ratapan. Semalam sudah kutumpahkan dalam wujud air mata. Tak akan ada air mata lagi untuk persoalan yang sama. Waktunya untuk bergerak, sebelum segalanya menjadi mimpi buruk. Sorak-sorai itu hanyalah fatamorgana. Kala jauh seperti nyata. Itu hanya ilusi. Fatamorgana yang indah kujadikan semangat tuk jelang indahnya hari ini. Dengan asam garam yang telah kulalui, diriku terbentuk menjadi seorang dengan logika. Perasaan tak terlibat dalam sebuah keputusan, apalagi jika keputusan itu mengandung sisa umur hidup. Fatamorgana memang indah, tapi pada akhirnya ketika kesadaran kita pulih, sirna sudah. Fatamorgana itu hanya halusinasi, tipuan ketika kita lengah. Semakin kita kejar, semakin memabukkan. Adalah sebuah pertanyaan yang besar di atas kepalaku. Kenapa akhir-akhir ini aku menjadi seorang yang tidak berlogika? Apakah karena ada fatamorgana yang teramat dasyat?teramat indah?teramat melenakan? Aku benci dengan situasi seperti ini..Kenapa harus ada koneksi internet yang memabukkan ini. Oh my gosh...!! Permainan kata seperti permainan perasaan. Kenapa harus ada kalimat bersayap-sayap yang tidak jelas. Membuat diriku yang tegar ini jadi lemah lunglai..Di mana kejujuran? Toh itu tidak akan membuat harga diri terhempas.. **source: lukisan mimpi

Friday, June 20, 2008

Melukis mimpi-mimpi di rembulan

Malam ini dingiiiin banget..biasalah musim kemarau, musin ’bediding’ Tetapi kog malam ini berasa lebih dingin..Kutengok keluar..ke atas.. owh i c..lagi bulan purnama rupanya. Pantaslah kalau dinginnya menusuk tulang. mmm..Malam ini sang bulan hanya ditemani satu – dua bintang..pada kemana ya? Apa pada selimutan karena kedinginan. Lalu bintang yang hanya satu-dua itupun menghilang di balik awan. Tinggallah bulan sendirian. Bulat, sempurna.. justru semakin berkilau karena awan gelap di sekelilingnya. Hmm..begitu ya? Kalau sekelilingnya gelap, bulan jadi bersinar terang?Pikiranku jadi ber-analogi kemana-mana. Air di dalam gelas dikasih garam dikit berasa asin. Ah entahlah apa yg sedang berkecamuk dalam otakku. Aku hanya ingin memandang bulan, melukis mimpi-mimpiku, di sinarnya yang cerah tapi tidak menyilaukan..mimpi dari yang sederhana sampai yang rasanya impossible. Mimpi bagiku adalah tujuan..sedangkan usaha dan kerja keras adalah jalan menuju kesana.. "love and imagination can change the world" (Barby) full moon on Thursday 19 June 2008

Wednesday, June 18, 2008

you're part of my dreams..

your dreams.. ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ bring me into your dreams..