Friday, June 5, 2009

Sambungan: Mimpi yang Tak Pantas

Impianku bukan tentang seorang janda atau seorang pemuda. Itu hanya kiasan semata. Mungkin rasanya seperti itu. Impianku yang sebenarnya adalah masa depan yang lebih baik. Kualitas hidup lebih baik. Pekerjaan yang makin kucintai. Semua impianku sudah di depan mata, ada kesempatan terbuka lebar. Aku harus meraihnya dengan segenap usaha. Perjuangan sudah setengah jalan. Harus dituntaskan. Impianku...tunggulah aku..jangan lari lagi..

Nasi Campur Hari Ini

Hari ini dapat relasi baru. Yang akan membimbing aku. Tadi siang aku ketemu beliau di KPP Pratama Sleman. Ketemu sama teman fitnessku dulu juga yang kerja di instansi pemerintah itu. Belajar memang tak pernah mengenal kata selesai. Setiap saat, setiap hari dan dimanapun adalah kesempatan untuk belajar. Sedang sebel dengan seorang kawan di Jakarta. Janji semudah itu tak bisa ditepati, apalagi janji yang lebih besar. Hilang sudah respect aku sama dia. Cuma tinggal kirim lewat paket apa susahnya? Bukankah tempat kirim paket seabrek abrek. Kalau tidak sanggup, kenapa tidak bilang aja dari awal? Khan aku bisa cari alternatif lain. Minggu depan aku akan keluar dari rutinitasku sejenak. Semoga bisa mengembalikan semangatku yang sedang tak jelas ini. Ke kantor pusat di Jakarta, selama 4 hari. Lumayan. Bukan untuk senang-senang, tetap untuk urusan pekerjaan, tapi setidaknya aku keluar dari kebosanan ini. Apalagi teman-teman di sana sudah sangat ingin mengajakku bersenang-senang. Aku tak sabar menunggu minggu depan tiba.

Bersih bersih

Baru saja membersihkan blog ini dari tulisan-tulisan yang mungkin akan menyakitkan buat yang aku tuju. Cukup kusimpan di draft saja. Yang penting sudah tercurah, dan tak terhapus. Lama tak menulis di sini, rindu rasanya. Kemarin terlalu asyik dengan fb. Di sana baru hingar bingar, aku lagi ingin menyendiri di sini. Sendiri. Ya, aku sendirian minggu-minggu ini. Kunikmati dengan sepenuh hati. Kadang sepi menusuk nyeri. Artinya, aku merindukan seorang yang lagi nun jauh di sana. Aku ingin kembali menulis lagi...

Thursday, June 4, 2009

Mimpi yang Tak Pantas

Terlalu tinggi untuk diraih. Sayap kecilku tak akan mampu terbang setinggi itu. Pesimis? Bukan, hanya lebih realistis. Patah semangat? Sama sekali tidak. Impianku ibaratnya seperti seorang tante janda yang menginginkan pacar baru. Lelaki muda yang cerdas, ganteng dan mempesona. Yang akan mengikis segala kesepian. Tak ada risau, yang ada hanya hati yang berbunga-bunga. Impianku bagaikan seorang gadis yang merindukan ciuman hangat dari sang pujaan hati. Ketika pujaan hati sudah di depan mata, si dia tak kunjung mencium. Sang pangeran hanya tersenyum jenaka, menggoda. Tapi pandangan matanya menebarkan harapan yang menjanjikan kehangatan. Impianku bak seorang pemuda yang kurindu dalam dada. Aku tahu dia sayang padaku. Tapi aku harus berjuang untuk dapat menemuinya. Masih tak pantaskah impian untuk diraih? Kenapa tidak? Impian adalah harapan. Harapan adalah nadi kehidupan. Impianku..jangan pergi menjauh..mendekatlah..atau setidaknya tunggulah aku. Aku pasti menjumpaimu.

Wednesday, June 3, 2009

Lunglai

Hati baru lemah lunglai. Tersudut dengan tidak adil. Ingin membela diri tak ada gunanya. Aku ini siapa? Paling hanya ditertawaan. Sebuah sakit hati dulu. Sebuah sakit hati kemarin. Sebuah sakit hati hari ini. Masih saja aku menjadi pemaaf. Luar biasa hatiku seluas samudra. Menyisakan sebuah pertanyaan, apakah aku memaafkan karena terpaksa?Entahlah. Apa yang bisa kulakukan. Bersabar, menunggu keadaan menjadi lebih baik sembari berbenah diri. Mungkin ini saatnya introspeksi. Atau seharusnya dia yang harus mengkaji. Terlalu tinggi ekspektasi. Kecewa. Mencari pelampiasan atas kekeliruan diri. Mari kita duduk bersama. Berhadapan. Sejajar. Berbicara. Mengurai satu persatu apa yang menjadi pokok persoalan. Mengesampingkan apa yang tak perlu. Mengedepankan hati nurani. Mari bicara karena kita saling membutuhkan. Aku yakin kita masih saling membutuhkan. Jika salah satu dari kita sudah tidak butuh, artinya tak ada yang perlu dibicarakan lagi. Selesai.
Yogyakarta, 28 Mei 2009