Dear God, in all things, good and bad, let me give You thanks, for I know it is all part of Your greater plan..
Friday, January 1, 2010
Beware !
Begini ceritanya..
Masku kumat sakit benjolan di salah satu anggota badannya. Meradang seperti bisul. Kalau dia kecapean yang amat sangat, akan kumat. Ini kali ketiga benjolan itu meradang. Kata dokter dulu, mending di angkat supaya tak kumat lagi. Tapi biasalah, begitu sembuh lupalah kata dokter.
Dua hari lalu do'i mengeluh kumat lagi. Sudah mulai terlihat benjolannya, memerah sedikit, kalau dipegang sakit katanya. Hari ini kuantar dia ke rumah sakit itu. Kutanyakan apakah dengan kondisi yang seperti itu, benjolan itu bisa diangkat? Dokter itu mengatakan bisa saja. Malah kami langsung suruh buat janji besok pagi. Melihat biaya operasi minor saja setinggi langit gitu, ciut juga nyaliku. Lalu kami mencari alternatif rumah sakit lain. Ada rumah sakit di daerah selatan yang murah. Kata masku itu rumah sakit penyelamat kaum papa.
Rumah sakitnya sederhana. Banyak 'celung' atau laron di lorong rumah sakit. Kesannya jadi kotor itu rumah sakit. Apa iya rumah sakit ini punya alat-alat operasi? Hatiku agak meragukan, tapi melihat pengalaman yang lalu-lalu, rumah sakit ini berhasil mengoperasi banyak hal. Kumantapkan diri. Yang mau operasi bukan aku, tapi hatiku yang risau.
Dokter jaga yang memeriksa masku bilang, jangan diangkat sekarang. Masih meradang. Diobatin dulu dengan salep dan obat yang diminum, setelah kempes dan tak sakit, disuruh datang lagi untuk janjian operasi.
Dua rumah sakit yang beda, dua dokter yang beda, dua diagnosa berbeda, dua keputusan yang berbeda. Untunglah kami mencari alternatif. Karena menurut sepengetahuanku, luka yang meradang tak boleh dioperasi. Baik gigi ataupun jerawat sekalipun. Alasan medisnya aku kurang tahu pasti. Yang kutahu, supaya pasien tak terlalu kesakitan.
Begitulah. Meski aware sendiri dalam hal apapun. Tak mudah percaya dengan yang berlabel internasional.
Cepat sembuh ya sayangku..
Thursday, December 31, 2009
Akhiri 2009 dengan Senyuman
Selamat Tahun Baru 2010.
Wednesday, December 2, 2009
Untungnya Sibuk
Monday, November 23, 2009
Tak Penting
Untunglah aku dibantu dengan kesibukanku besok. Menyiapkan presentasi, besok ada meeting seharian. Dan besok lusa ada team audit dari luar kota datang. Sesaat aku akan melupakan kekecewaan. Dan ketika dua hari esok lewat, mudah-mudahan sudah tak ada yang perlu dibahas lagi.
Semua sudah menjadi tak penting lagi.
Friday, November 6, 2009
Melamun
Aku baru senang melamun. Bukan merenung. Tapi melamun. Pikir melayang ke tempat yang aku sendiri tak tahu di mana. Tempat yang indah. Tepatnya, yang ada hanya keindahan.Absurd? Ya. Tapi aku sedang suka melakukannya. Aku lagi senang sendiri. Bila kesendirian tak kudapatkan, seperti sekarang, aku duduk di depan laptop. Membuka file kantorku. Dengan earphone aku dengarkan lagu-lagu rohani yang menyejukkan hatiku yang sudah lama bolong ke Gereja.
Hati sedang gersang, kering. Entahlah. Beberapa hari ini bete gak karuan. Melamun menjadi sebuah keasyikan tersendiri. Sedang facial, merem, paling nikmat pikiran melayang ke dunia lain. Mau tidur, pengantar yang paling manjur adalah melamun dengan mata terpejam.
Apa yang sedang berkecamuk dalam diri ini, aku tak tahu. Aku hanya sedang ingin banyak-banyak melamun.