Lama juga ya aku tidak menulis di sini. Padah al banyak sekali yang ingin kuungkapkan di sini. Dari sekian banyak cerita, ada satu yang buat aku bahagia dan membuatku jadi sangat sibuk beberapa bulan terakhir ini. Ya..akhirnya aku akan menikah juga. Terlambat? Pada awalnya aku berpikiran seperti itu. Tetapi aku diingatkan oleh kalimat seperti ini "Tuhan tak kan datang lebih cepat, juga tak akan lebih lambat. Ia membuat sesuatu indah pada waktunya" Kalimat itu akan menghiasi buku Peneguhan Perkawinanku nanti.
Pada suatu hari di bulan Mei siang hari, dia melamarku lewat SMS. Katanya dia bermimpi disuruh menikah oleh SBY tanggal 10 Okt 2010, tepat di hari ulang tahunku. Pada awalnya aku tidak yakin. Tetapi aku harus meyakinkan diri. Ketika keyakinan itu sudah kudapat, banyak sekali kejadian yang menakjubkan. Amazing. Jalan kami menuju Oktober sangat lancar. Tidak ada kendala yang berarti. Kami akan menikah di Gereja Katholik.
Pada tanggal 31 Mei 2010, awal dari perjalanan menuju Oktober. Pertama, "matur" sama orang tuaku, keinginan kami berdua untuk menikah. Disambut dengan suka cita, mendapat dukungan penuh. Kedua, sowan ke ketua lingkungan untuk minta surat pengantar ke Gereja. Ketiga, mulai memanjangkan rambut atas saran dari salon langgananku.
Sebenarnya sebelum aku selesai urusan Gereja s.d Kanonik, aku tidak mau urus yang lainnya. Tetapi aku diingatkan oleh ayahku, bahwa tanggal itu tanggal yang unik. 10-10-10. Banyak yang akan mengadakan hajat di hari itu. Semua harus dipersiapkan seawal mungkin. Nah, barulah aku nyadar, oh iya ya..yang ada dipikiranku itu hari ukang tahunku. Ternyata triple 10. Thanks God. Istimewa sekali hari pernikahanku.
Kemudian, pertama yang diselamatkan adalah tempat resepsi. Ternyata auditorium di Pabrik Gula sudah dipesan orang. Aduuh.....bener kata ayahku. Ngobrol punya ngobrol, home stay di PG itu juga disewakan. Aku lihat-lihat. ya sudahlah di sini saja. Pada saat survey di home stay, kecil, masih terlihat kotor, jalan baru proses conblock.Tetapi....setiap kali aku lewat di sana, aku selalu menengok ke kiri. Makin hari kog makin bagus saja. Mereka sedang bebenah. Kalau malam cantik sekali.Ada pohon beringin yang dikasih lampu spot. Ada air mancur. Kami memutuskan akan mengadakan acara resepsi di malam hari, dengan konsep garden party. Tadi ketemu sama marketing manager yang baru joint di situ bukan Juli. Dia berjanji akan menyulap tempat itu menjadi indah pada saat eventku. Terima kasih Mbak Fia, baru kenal sudah baik sekali.
Dan begitulah yang kami alami, tiba-tiba banyak kebaikan yang kami peroleh dari keluarga dan teman-teman. Kini aku tak ragu lagi melangkah menyongsong hari indahku.
Terima kasih Tuhan, akhirnya aku akan menikah juga.
Dear God, in all things, good and bad, let me give You thanks, for I know it is all part of Your greater plan..
Wednesday, September 15, 2010
Saturday, May 15, 2010
God...help me please..
God...please help me...
Aku butuh tiket Garuda ke Jakarta besok minggu jam 18.35...
Please...God help me...
Office @18.25
Aku butuh tiket Garuda ke Jakarta besok minggu jam 18.35...
Please...God help me...
Office @18.25
Sunday, May 2, 2010
Terbang di Atas Awan
Aku takut naik pesawat. Jika ketakutan itu adalah 100% maka 50% nya adalah saat take off. 25% adalah saat di atas, 25% sisanya adalah saat landing. Ini bukan masalah kepasrahan hidup pada Tuhan. Ini adalah masalah takut. Memang belum bisa dikatakan phobia. Karena ketakutan ini akan hilang jika ada ada teman di sampingku. Ketakutan itu hanya berlaku jika aku terbang sendiri.
Siang itu aku terbang dari Jakarta ke Jogja. Langit cerah. Duduk di kursi F, dekat jendela. Empat orang di sampingku tidur dengan nikmatnya. Satu orang yang duduk di kursi A sedang makan roti servis karena delay 1 jam sambil sesekali pandangannya ke luar jendela.
Aku beranikan menengok ke jendela. Lalu aku tengok ke bawah. Lamaaaaa aku nikmatin suasana di luar. Ketakutanku hilang. Takjub dengan kebesaran alam ini. Awan putih bersih bergumpalan di luar sana. Cuaca sangat cerah, melihat ke bawah seperti menikmati google map.
Ketika ketakutan tak menghampiriku, waktu cepat berlalu. Hampir landing. Pesawat mulai turun. Saat itulah pemandangan terindah. Garis pantai selatan Jawa terlihat jelas. Panjang. Tak berbatas. Indah.
Semoga penerbangan-penerbangan selanjutnya, aku bisa nikmatin seperti hari itu.
Siang itu aku terbang dari Jakarta ke Jogja. Langit cerah. Duduk di kursi F, dekat jendela. Empat orang di sampingku tidur dengan nikmatnya. Satu orang yang duduk di kursi A sedang makan roti servis karena delay 1 jam sambil sesekali pandangannya ke luar jendela.
Aku beranikan menengok ke jendela. Lalu aku tengok ke bawah. Lamaaaaa aku nikmatin suasana di luar. Ketakutanku hilang. Takjub dengan kebesaran alam ini. Awan putih bersih bergumpalan di luar sana. Cuaca sangat cerah, melihat ke bawah seperti menikmati google map.
Ketika ketakutan tak menghampiriku, waktu cepat berlalu. Hampir landing. Pesawat mulai turun. Saat itulah pemandangan terindah. Garis pantai selatan Jawa terlihat jelas. Panjang. Tak berbatas. Indah.
Semoga penerbangan-penerbangan selanjutnya, aku bisa nikmatin seperti hari itu.
Terbang di Atas Badai
Seperti elang. Dia tidak pernah menghindari badai. Dia menentang badai. Dia tunggu badai datang, kepakkan sayap dan badai justru membawanya terbang ke atas.
Demikian juga kita manusia. Masalah dan himpitan tidak membawa kita ke bawah, jika kita menyikapinya dengan positive.
Begini cara "Terbang di Atas Badai" :
Siapkan sayapmu...ayo terbang...
Demikian juga kita manusia. Masalah dan himpitan tidak membawa kita ke bawah, jika kita menyikapinya dengan positive.
Begini cara "Terbang di Atas Badai" :
- Thinking out of the box
- Buat simulasi masalah dan penyelesaiannya
- Tentramkan hati dengan berdoa
- Hadapi masalah
Siapkan sayapmu...ayo terbang...
Label:
Contemplation,
my Learn,
my Spirit
Thursday, April 8, 2010
Sometimes life is so unfair
Hari ini aku sedih. Sesak dadaku hingga aku harus meneteskan air mata di kantor. Lama aku termenung sendiri. Kemudian aku sms seorang sahabat. Dia membalas dengan bijaksana "Sedih itu cuma masalah point of view. Untuk meminimalkan hanya mengalihkan point of view sedihmu. Alihkan pikiranmu ke aktifitas lain, maka sedihmu terlupakan atau terkurangi. Berdoa dan meditasi salah satu pengobat. Datanglah pada Yesus, Dia penghibur"
Kemudian seharian aku bekerja sambil merenungkan kata-kata sahabatku itu. Kemudian merenungkan kata-kata yang kutulis di judul ini. Aku malu sendiri. Kerdilnya aku. Kata-kata itu hanya pantas diucapkan oleh orang yang tak pernah bersyukur dengan apa yang sudah diberikan oleh alam semesta ini kepadanya.
Hari ini biarlah segera berlalu. Yang lalu biarlah berlalu. Menengok ke belakang hanya akan membuat kaki tersandung batu di depan. Aku akan melangkah dengan pasti ke depan. Mencurahkan seluruh cinta dan perhatian pada apa yang sudah dianugerahkan alam ini kepadaku.
Sometimes life is so unfair gonna be expired soon !
Kemudian seharian aku bekerja sambil merenungkan kata-kata sahabatku itu. Kemudian merenungkan kata-kata yang kutulis di judul ini. Aku malu sendiri. Kerdilnya aku. Kata-kata itu hanya pantas diucapkan oleh orang yang tak pernah bersyukur dengan apa yang sudah diberikan oleh alam semesta ini kepadanya.
Hari ini biarlah segera berlalu. Yang lalu biarlah berlalu. Menengok ke belakang hanya akan membuat kaki tersandung batu di depan. Aku akan melangkah dengan pasti ke depan. Mencurahkan seluruh cinta dan perhatian pada apa yang sudah dianugerahkan alam ini kepadaku.
Sometimes life is so unfair gonna be expired soon !
Label:
Blue..blue..blue..,
my Learn,
my Life,
my Love,
my Spirit
Subscribe to:
Posts (Atom)