Sunday, March 8, 2009

Huhuhuhu.....

Apa ya yang bikin badanku makin melar aja? Makan biasa, tapi kog berat badan naik terus? Agak kecut juga mikirin berat badan. Baju-baju lamaku sudah kumasukkan dos. Sudah tak muat semua. Sebagian sudah dihibahkan pada saudara-saudara. Baju kerjaku, masih kusimpan di dos. Berharap, suatu saat badanku kembali pada ukuran baju itu. Lemariku penuh baju, tapi sepertinya hanya untuk dilihat saja, karena sebagian besar memang sudah tak muat juga.
*huh..sudah perlu dos lagi. Apalagi baju pesta, aku sudah tak punya. Kalau ada kondangan aku harus beli yang baru.
Kemarin waktu melayat nenek meninggal, saudara sepupuku yang lama tak bertemu bilang aku gendut sekali. Huhuhu....
Kata ulet bulu, aku harus bertekad kuat kalau mau tidak bertambah gendut lagi.

Ya ya ya...

Aku mau bertekad. Support me ya hun..
*Target : 50 kg.

Terus Berjuang !

Libur dua hari. Reses. Rehat. Waktu untuk mengumpulkan tenaga lagi, waktu untuk membangun semangat lagi. Satu bulan ini terkuras sudah waktu, tenaga dan pikiranku untuk mengabdi pada pekerjaan. Segala hal lain jadi prioritas ke sekian. Termasuk diri sendiri. Bulan-bulan awal memang harus berkorban. *Ahh semoga pengorbananku tak jadi sia-sia. Berharap Mode : ON. Yah..harapan itu yang bikin tak letih hati. Termasuk harapan pada orang-orang baru yang bergabung. Semoga membawa perubahan baik yang diharapkan. Orang-orang lama sudah mulai ada perubahan sikap. Lumayan. *Bernafas setengah lega Masih banyak PR. Yang kubutuhkan adalah badan yang sehat dan support dari orang terdekatku. Terus berjuang !

Tuesday, February 17, 2009

Straight Line

Aku merasa asing dengan seseorang yang tiba-tiba datang. Meski dahulu seseorang itu bukan orang asing. Karena waktu yang sudah teramat lama. Karena jarak yang jauh.
*sigh Persahabatan atau persaudaraan yang ditawarkan, entahlah. Aku hanya masih merasa asing denganmu kawan. Mungkin karena waktu yang sangat lama itu.
* sigh...again Maaf, kalau kamu memang menjadi asing buatku, atau mungkin memang sejak dulu kamu sudah asing? Karena aku tak tahu kapan hari ulang tahunmu.Yang aku tahu adalah nama lengkapmu yang sekarang sudah berubah. Mudah-mudahan kita bisa menjalin pertemanan dengan baik. Karena sekarang hanya pertemanan yang bisa kusediakan.
Dengan syarat : No hard feeling, karena sesuatu di waktu lalu.

Cemburu

Mestikah perasaan itu kukedepankan? Layakkah aku utarakan? Sedangkan aku tahu dengan pasti hatimu sudah kamu titipkan seluruhnya untukku. Tapi hari ini aku butuh dirimu. Setelah hari-hari kemarin aku ditelan tumpukan kesibukan. Hari ini aku butuh kebersamaan bersama kamu. Kebesaran hatiku, itu yang sedang kubutuhkan. Akhirnya aku menghibur diri di ruang kesibukanku lagi. Sendiri. Semua penghuni sudah pulang. Menunggu dirimu, memberi kabar yang akan membuyarkan segala perasaan yang hanya pantas kupendam.

Maafkan aku..

Sayang, aku minta maaf. Seharusnya aku tak bersikap seperti kemarin. Seharusnya aku justru berterima kasih sudah kamu ingatkan. Ahh..dasar aku memang keras kepala. Kenapa kamu yang malahan minta maaf sudah membuatku marah? Aku memang kepala batu. Maaf dari hatiku, tak sanggup keluar dari mulutku. Tercekat di tenggorokan.
Jangan pernah bosan mengingatkan aku. Sekali lagi, maafkan aku..