Sebelum mandi ada satu nih joke yang kalau aku ingat selalu senyum-senym sendiri...
Begini ceritanya...
Di kelas Ucok sedang pelajaran matematika.
Bu Guru memanggil murid-murid ke depan bergiliran.
Tiba giliran Ucok maju ke depan untuk berhitung.
Bu Guru: Ucok, ayo berhitung dimulai
Ucok: Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh....
Bu Guru: Bagus Ucok. Siapa yang mengajarimu di rumah
Ucok: Bapak saya Bu Guru
Bu Guru: Baiklah, lanjutkan Ucok. Setelah sepuluh berapa?
Ucok: Jack, Queen, King, As dan Joker Bu Guru
Bu Guru: #$%^&*())(*&^%^&*&^%$#@#$%^&*(*&^%$#@#$%**&^%$#@#@!@#$%^&*()
Hahahahahhha....
Dear God, in all things, good and bad, let me give You thanks, for I know it is all part of Your greater plan..
Thursday, July 21, 2011
Rumah Mungil
Akhirnya selesai juga rumah mungil ini direnovasi. Pengennya jadi besar, tapi ternyata tetap mungil hehehehe...
Walau mungil, kali ini jadi lebih nyaman..seneng sekali. Walau perabotan belum lengkap, tapi yang pokok sudah terisi. Contohnya sudah ada kasur, meski belum ada dipannya. Ada dapur meski gak ada kompornya, ada tv meski nontonnya harus pakai kacamata minus (saking kecil tv nya....LOL)
Kemarin teman ulbul yang tukang kayu datang, ukur-ukur mau buat perabot yang minimalis. Biar rumah mungilnya gak malah jd sumpek. Tapi entah kapan tuh dibuat. Lha pundi-pundi sudah terkuras. Nabung dulu lagi....ya ya ya....
Dengan segala keruwetan selama renovasi, aku yang bete karena mundur banyak dari estimasi selesai. Capek kale ke kantor Klaten-Jogja-Klaten.....semua terobati setelah lihat hasilnya...
Rumahnya mungil, putih, bersih.....ada foto gede waktu prewed...foto nikahnya malah belum dibuat frame...gak papa ntar ajah....Yang terpenting, kalau aku ditinggal Ulbul keluar kota, aku merasa secure sendirian di rumah, pintunya sudah kuat. Kalau yang dulu ditendang aja mungkin roboh LOL again :p
Ahh sudah malem nih, mau mandi dulu ahh....nannanananaa...*satu lagi nih..ada keran airnya, meskipun tidak ada air panasnya...wkwkkkkwkkww...
Walau mungil, kali ini jadi lebih nyaman..seneng sekali. Walau perabotan belum lengkap, tapi yang pokok sudah terisi. Contohnya sudah ada kasur, meski belum ada dipannya. Ada dapur meski gak ada kompornya, ada tv meski nontonnya harus pakai kacamata minus (saking kecil tv nya....LOL)
Kemarin teman ulbul yang tukang kayu datang, ukur-ukur mau buat perabot yang minimalis. Biar rumah mungilnya gak malah jd sumpek. Tapi entah kapan tuh dibuat. Lha pundi-pundi sudah terkuras. Nabung dulu lagi....ya ya ya....
Dengan segala keruwetan selama renovasi, aku yang bete karena mundur banyak dari estimasi selesai. Capek kale ke kantor Klaten-Jogja-Klaten.....semua terobati setelah lihat hasilnya...
Rumahnya mungil, putih, bersih.....ada foto gede waktu prewed...foto nikahnya malah belum dibuat frame...gak papa ntar ajah....Yang terpenting, kalau aku ditinggal Ulbul keluar kota, aku merasa secure sendirian di rumah, pintunya sudah kuat. Kalau yang dulu ditendang aja mungkin roboh LOL again :p
Ahh sudah malem nih, mau mandi dulu ahh....nannanananaa...*satu lagi nih..ada keran airnya, meskipun tidak ada air panasnya...wkwkkkkwkkww...
Suntuk!
Suntuk banget akhir-akhir ini. Sejak kejadian kecurangan di Semarang, rasanya ingin melarikan diri sejenak kemana gitu. Tapi rasanya kog susah mau cari waktu untuk cuti. Kerjaan numpuk. Kalau nurutin kerjaan, ya emang gak bakalan ketemu ya waktunya. Ijinnya sama babe yang agak susah juga..huufff..
Ingin deh rasanya gak megang HP sehari saja.ehehehehehe...
Otak ini rasanya penat. Bangun tidur pagi serasa tidak segar. Apa karena kegemukan sedang menghantuiku? yaah.sebulan lebih tinggal di rumah orang tua karena rumah mungil di Jogja sedang di renovasi, bikin badanku dan Ulbul melar gak karuan. Ampun deh.
Setiap hari udah di warning dari outlook, mailboxnya hampir full. Huh...gimana enggak full, sehari email bisa puluhan, kalau awal bulan bisa mencapai ratus malah. Mesti dibaca, paling enggak dilihat apa isinya. Gak semua butuh follow up. Paling hanya cc laporan ajah.
Haaaaahhh...bosan dan suntuk banget. Suntuk tingkat tinggi!
Ingin deh rasanya gak megang HP sehari saja.ehehehehehe...
Otak ini rasanya penat. Bangun tidur pagi serasa tidak segar. Apa karena kegemukan sedang menghantuiku? yaah.sebulan lebih tinggal di rumah orang tua karena rumah mungil di Jogja sedang di renovasi, bikin badanku dan Ulbul melar gak karuan. Ampun deh.
Setiap hari udah di warning dari outlook, mailboxnya hampir full. Huh...gimana enggak full, sehari email bisa puluhan, kalau awal bulan bisa mencapai ratus malah. Mesti dibaca, paling enggak dilihat apa isinya. Gak semua butuh follow up. Paling hanya cc laporan ajah.
Haaaaahhh...bosan dan suntuk banget. Suntuk tingkat tinggi!
Label:
Aaarrrrggghhh..
Location:
Indonesia
Saturday, April 30, 2011
Hujan berkat..
Terima kasih Tuhan...
Atas berkat yang terus mengalir...
Benar kata temanku, bahwa tahun ini adalah tahun hujan berkat.
Siapkan diri untuk menerimanya..
Bijaksana mengelolanya..
Menyisihkan untuk yang miskin, teraniaya, yatim piatu dan difabel.
Terima kasih Tuhan...
Atas berkat yang terus mengalir...
Benar kata temanku, bahwa tahun ini adalah tahun hujan berkat.
Siapkan diri untuk menerimanya..
Bijaksana mengelolanya..
Menyisihkan untuk yang miskin, teraniaya, yatim piatu dan difabel.
Terima kasih Tuhan...
Wang Sinawang
"Enak ya jadi RCA*, dapet mobil..."
Itu adalah kata yang terucap oleh salah seorang officer di head office yang kebetulan lagi kasih training ke Jogja. Nadanya jealous. Aku kog gatel ya dapet omongan seperti itu. Lantas aku jawab aja begini:
"Jangan lihat enaknya thok dong, Pak, tapi satu paket sama susah-susahnya" sambil bercanda aja. Aku pikir orang ini masih harus banyak belajar cara bersyukur.
Memang paling gampang lihat enaknya orang lain, makanya ada pepatah "Rumput tetangga lebih hijau" dan "Wang Sinawang". Setelah merasakan pasti baru tahu, enak itu pasti ada nggak enaknya. Nggak enak itu kalau dijalani dengan ikhlas dan dengan cinta pasti akan jadi enak dan berbuah berkat. Dan semuanya tentu butuh proses. Dan proses itu butuh waktu. Bukan cuma setahun dua tahun. Tapi aku merintisnya sejak 16 tahun yang lalu. Tepatnya sejak 13 Februari 1995.
Ah, sudahlah...
*Regional Chief Administration
Itu adalah kata yang terucap oleh salah seorang officer di head office yang kebetulan lagi kasih training ke Jogja. Nadanya jealous. Aku kog gatel ya dapet omongan seperti itu. Lantas aku jawab aja begini:
"Jangan lihat enaknya thok dong, Pak, tapi satu paket sama susah-susahnya" sambil bercanda aja. Aku pikir orang ini masih harus banyak belajar cara bersyukur.
Memang paling gampang lihat enaknya orang lain, makanya ada pepatah "Rumput tetangga lebih hijau" dan "Wang Sinawang". Setelah merasakan pasti baru tahu, enak itu pasti ada nggak enaknya. Nggak enak itu kalau dijalani dengan ikhlas dan dengan cinta pasti akan jadi enak dan berbuah berkat. Dan semuanya tentu butuh proses. Dan proses itu butuh waktu. Bukan cuma setahun dua tahun. Tapi aku merintisnya sejak 16 tahun yang lalu. Tepatnya sejak 13 Februari 1995.
Ah, sudahlah...
*Regional Chief Administration
Subscribe to:
Posts (Atom)