Aku tak boleh bergantung pada laki-laki. Aku harus pandai menjaga diri. Aku harus pandai menjaga sikap. Meskipun keberadaanku terkadang diragukan karena aku seorang perempuan, it’s fine. Ke-perempuanan-ku adalah kelebihanku. Aku bersyukur terlahir sebagai perempuan.
AKU adalah seorang calon istri..
Aku tak boleh bergantung pada suamiku kelak. Aku harus menjaga martabat suami. Suami adalah imam keluargaku. Tapi aku bukan 100% milik suami.Suami bukan 100% milikku. Kami tetaplah pribadi yang punya relung-relung masa lalu yang hanya bisa disimpan sendiri. Aku akan mencintai 100% suamiku dan mencintai 100% anak-anakku kelak.
AKU adalah seorang karyawan yang dipercaya..
Aku harus bisa menjaga mulutku, karena mulutku adalah hariamuku. Aku tak boleh berhenti belajar. Aku harus pandai menilai orang lain, mana yang tulus mana yang penjilat. Aku akan memanfaatkan kesempatan emas yang ada di depan mata, kesempatan yang tak tak terulang kedua kali. Aku harus tetap tersenyum apapun yang terjadi, meski tertusuk dari belakang sekalipun. Aku harus tetap rendah hati, menghargai orang dan menapak bumi, karena kehidupan adalah siklus. Tak ada yang selamanya. Akupun harus selalu ingat, ketika aku berada di atas takkan semena-mena kepada yang di bawah.
AKU adalah pribadi yang unique..
At the present time I need space to be alone still.. Untuk menikmati diriku sendiri sebagai seorang yang unique, kesendirian adalah waktu yang paling istimewa buatku. Waktu untuk menelusuri masa lalu yang memalukan, membanggakan, menjijikkan, memilukan, menyedihkan, memabukkan yang sudah menempa aku menjadi seperti sekarang. Waktu untuk melukis mimpi-mimpi absurdku..yang terasa mustahil bila kutuliskan dalam bahasa verbal..yah mimpi –mimpi itu memang hanya bisa kunikmati sendiri..The way to keep the spirit..aarrrggghhh..
Finally..
Sebagai seorang perempuan, aku tak kan menggunakan sisi perempuan itu untuk mendapatkan yang sesuatu atau untuk meng-excuse sesuatu..never!! Aku menjadi somebody memang karena aku mampu, bukan aku using another person. Aku ingin dilihat orang bukan karena ’aku perempuan’, tetapi karena ’aku bisa’. Aku ingin dijadikan sahabat bukan karena aku memakai baju apa atau mobil apa atau aku bekerja di mana, tetapi karena ’aku saja’ tanpa embel-embel apa-apa.
Jika dalam menghadapi suatu persoalan aku menjadi lebih sensitive karena aku perempuan itu sudah takdir. But..I think its better sensitive than unfeeling..
No comments:
Post a Comment